Pacaran yang sehat memiliki definisi yang luas, antara lain tidak saling menyakiti, baik
secara fisik dan psikologis. Pacaran yang sehat juga berarti saling
membangun dan memotivasi antar pasangan dan bisa menumbuhkan hal-hal yang
bersifat positif, contohnya lebih rajin beribadah, lebih rajin belajar, lebih
memperhatikan penampilan, dan sebagainya. Nah, apa sajakah cara atau tips pacaran
yang sehat? Berikut artikel lengkapnya.
1.
Pikirkan Masa Depan
Pacaran
yang sehat bisa terjadi apabila anda berdua berpikir dengan baik tentang masa
depan. Apa sajakah cita-cita yang ingin anda raih? Apa yang ingin
anda lakukan dalam hidup anda? Apakah anda ingin membuat kedua orang tua
anda merasa bangga? Ingat-ingatlah masa depan dan mimpi-mimpi anda setiap
kali anda berpacaran. Jangan sampai hal tersebut kandas karena suatu hal
spontan yang tidak direncanakan, misalkan harus menjadi orang tua di usia
remaja.
Tentu
saja, masa depan yang harus anda pikirkan bukan hanya masa depan anda, namun
juga masa depan sang pacar. Apa sajakah cita-cita yang ia inginkan?
Apa harapan-harapannya pada diri anda?
2.
Mendekatkan Diri Pada Tuhan
Faktor
spiritual dan agama yang anda anut juga sangat berperan penting untuk menciptakan
situasi pacaran yang sehat. Dalam agama apapun, pasti sudah ditentukan
berbagai batas-batas hubungan antara pria dan wanita selama mereka belum
menikah. Nah, jagalah agar hubungan anda berdua tidak melanggar batasan
yang ditentukan oleh agama, dan setiap anda berdua memiliki pikiran untuk
melanggarnya, ingatlah tentang Tuhan dan larangannya.
Salah
satu ciri pacar yang baik adalah jika ia mampu membuat anda lebih dekat dengan
sosok Tuhan, dan bukan menjauhkannya. Oleh karena itu, berusahalah
untuk saling mengingatkan dan memotivasi dalam segi ibadah.
3.
Pendidikan dan Pemahaman Tentang Seks
Pendidikan
dan pemahaman tentang seks mutlak diperlukan apabila anda ingin berpacaran
dengan sehat. Pelajari dengan baik risiko melakukan seks bebas, hal-hal
yang bisa menyebabkan kehamilan, konsep tentang kontrasepsi, dan dampak
kehamilan di luar nikah baik pada pria maupun wanita. Pemahaman tentang
pendidikan seks bisa menjauhkan anda dari berbagai hal negatif.
Saat
ini, konsep tentang pendidikan seks sudah lebih terbuka dibicarakan
dibandingkan ketika generasi orang tua kita. Oleh karena itu, pastikanlah
untuk mendapatkan informasi yang valid dan akurat. Jika perlu,
tanyakanlah hal ini pada guru, dokter, atau kedua orang tua anda.
4.
Hindari Pacaran di Tempat Pribadi Anda Berdua
Untuk
menghindari risiko terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, maka
hindarilah untuk berpacaran berduaan saja, apalagi jika itu dilakukan di tempat
pribadi anda. Jangan berpacaran di dalam kamar anda, dalam kamar kos,
atau di tempat-tempat yang sepenuhnya menjadi milik anda walaupun hanya
sementara (contoh : kamar hotel).
Jika
memang anda harus membicarakan sesuatu berdua saja, pilihlah sebuah kafe atau
restoran di mana anda bisa berdiskusi. Carilah tempat di mana masih ada
kontrol dan pengawasan dari orang lain, sehingga anda tidak akan dengan mudah
berbuat "macam-macam". Jangan dilakukan yah!
5.
Jalin Hubungan Dengan Keluarga Sang Pacar
Faktor
pendukung yang bisa mendukung terjadinya pacaran yang sehat adalah rasa
tanggung jawab. Nah, rasa tanggung jawab anda dan sang pacar akan lebih
terbangun apabila anda berdua saling mengenal keluarga masing-masing.
Oleh karena itu, selalu kenalkan pacar anda dengan keluarga, terutama
ayah-ibu anda. Sempatkanlah waktu untuk saling mengunjungi satu sama lain
dan saling memperkenalkan diri.
Rasa
tanggung jawab akan hadir ketika anda tidak hanya berusaha menjaga perasaan
pacar anda, namun juga keluarganya. Anda akan berpikir seribu kali saat
hendak menyakitinya, atau jika hendak berbuat "macam-macam" dengan
sang pacar.
6.
Saling Mendukung Satu Sama Lain
Pacaran
yang sehat berarti bisa memberi dampak positif bagi anda berdua. Jadilah
seorang pacar yang bisa memberikan support pada kekasih anda.
Dukunglah ia dalam melakukan hal-hal yang positif, terus motivasi ia
meraih mimpinya, dan hiburlah saat ia berada dalam kesedihan. Jika anda
melakukan hal ini dengan tulus, maka sang pacar juga akan melakukan hal yang
sama untuk anda.
Bentuk
dukungan bisa diberikan dalam berbagai macam hal, mulai dari bantuan hingga
sekedar ucapan penyemangat. Yang jelas, berusahalah agar hubungan anda
dan sang pacar membawa suatu hal yang positif dan membuat anda menjadi pribadi
yang lebih baik dan dewasa.
7.
Bertukar Pikiran dan Pendapat
Manfaatkan
pacaran sebagai hubungan yang tidak hanya bersifat romansa, tapi juga sesuatu
yang bisa membuat anda lebih dewasa dan lebih berwawasan. Caranya
sederhana, banyak-banyaklah berdiskusi dengan pacar anda. Diskusi bisa
berupa berita sosial, hal-hal yang anda sukai, pekerjaan, karir, studi, atau
hanya seputar diri anda sendiri.
Terbukalah
dalam menerima opini, bahkan kritik saat berdiskusi. Gunakan momen
berdiskusi ini untuk lebih memahami sang pacar, terutama tentang topik-topik
yang membuatnya tertarik. Satu poin lagi, anda juga bisa menjadikan momen
diskusi untuk berintrospeksi dan membenahi diri anda sendiri.
8.
Kurangi Kontak Fisik
Kontak
fisik yang berlebihan tentu saja bisa memicu timbulnya hawa nafsu. Nah,
yang berbahaya adalah saat anda berdua tidak bisa mengontrol nafsu, bisa
dipastikan akan terjadi hal-hal yang diinginkan. Salah satu ciri-ciri
pacaran yang sehat dalam budaya ketimuran adalah meminimalisir kontak fisik,
apalagi jika anda hanya berduaan saja dengan sang pacar.
Mungkin
ada orang yang berpendapat kontak fisik masih diperlukan untuk menjaga
hubungan agar tetap hangat. Nah, sepanjang anda merasa sentuhan-sentuhan
tersebut tidak menimbulkan nafsu anda berdua, mungkin itu masih bisa ditolerir.
Namun apabila anda merasakan hal yang "berbeda" dari suatu
kontak fisik, maka stop, dan jangan lagi diteruskan.
9.
Komunikasi
Komunikasi
yang lancar dan teratur adalah salah satu syarat utama pacaran yang sehat.
Komunikasi bisa mempererat sebuah hubungan, menghindarkan kesalahpahaman,
dan mencegah anda untuk saling menyakiti satu sama lain. Setiap kali ada
masalah, cobalah untuk langsung membicarakannya secara terbuka pada sang pacar.
Tentu saja, anda harus selalu bersikap jujur jika ingin pacar anda juga
bersikap sama.
Komunikasi
menjadi sangat vital, terutama bagi anda yang menjalin pacaran jarak jauh.
Jika anda merasa ada yang kurang sreg dengan
pacar anda atau situasi hubungan anda berdua, bicarakanlah baik-baik.
Gunakan komunikasi sebagai sarana untuk memecahkan masalah bersama-sama,
mencari solusi, dan untuk lebih memahami satu sama lain.
10.
Tentukan Batasan-Batasan Anda Berdua
Bicarakanlah
batasan-batasan yang harus anda jaga selama berpacaran. Batasan-batasan
itu bisa dalam bentuk kontak fisik atau non-fisik. Contoh batasan fisik
adalah anda tidak akan mau berciuman atau berpegangan tangan selama masih dalam
tahap pacaran. Contoh batasan non-fisik adalah privasi, di mana sang
pacar tidak boleh seenaknya membuka SMS di telepon genggam anda tanpa permisi.
Dua hal itu hanyalah contoh gampang batasan-batasan yang harus ditentukan
untuk bisa berpacaran dengan sehat. Ingat, tentukanlah batasan sesuai
dengan prinsip-prinsip yang anda pegang teguh, dan sekali menentukan batasan,
jangan mau berkompromi. Jaga agar anda dan pacar anda tidak melanggar
"pagar" yang sudah anda bangun sebelumnya.
Nah,
itu tadi adalah beberapa cara pacaran yang sehat. Ingat, semua keputusan
dan tindakan ada di tangan anda. Pastikan anda tidak salah langkah dan
selalu berusaha membina hubungan pacaran yang sehat.





0 komentar:
Posting Komentar